Pengusaha Pemula Kakao, Wajib Tau Klasifikasi Mutu Biji Kakao!

Print
   Tuesday, 19 October 2021 19:36

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Sahabat kakao, tentu saja bagi kalian yang baru terjun dalam dunia perkebunan tanaman kakao, pastinya merasa bingung dengan istilah-istilah pada mutu kakao. Padahal mengenal mutu adalah hal yang penting dan wajib diketahui untuk para pengusaha guna mencapai target yang diinginkan.

Klasifikasi atau penggolongan mutu biji kakao kering berdasarkan SNI 2323 terbagi menjadi 3, diantaranya yaitu :

1. Menurut jenis tanaman, biji kakao digolongkan dalam 2 (dua) jenis yaitu jenis mulia (fine cocoa/F) dan jenis lindak (bulk cocoa/B). Adapun ciri dari masing-masing jenis kakao tersebut, antara lain :

a) Kakao jenis mulia (fine cocoa/F), berasal dari tanaman kakao jenis Criolo atau Trinitario, dengan ciri-ciri : buah berwarna merah/merah muda, kulit tipis berbintik-bintik kasar dan lunak, buah bulat telur sampai lonjong, biji besar dan bulat serta memiliki mutu yang baik, berat biji kering lebih dari 1,2 gram dan memiliki kandungan lemak biji kurang dari 56% , kotiledon biji berwarna putih saat masih segar dan bila sudah kering berwarna cerah.

b) Kakao jenis lindak (bulk cocoa/B), berasal dari tanaman kakao jenis Forastero, dengan ciri – ciri buah berwarna hijau, kulit buah tebal, buah umumnya bulat sampai bulat telur, biji buahnya tipis, kecil dan gepeng serta memiliki mutu sedang, berat biji kering rata-rata 1 gram dan memiliki kandungan lemak biji mendekati atau lebih dari 56%, kotiledon berwarna ungu.

 

2. Menurut ukuran biji yang dinyatakan dalam jumlah biji/100 gram, biji kakao dikelompokkan menjadi 5 golongan, yaitu :

a. Golongan AA : maksimal 85 biji/100 gram;

b. Golongan A : 86 - 100 biji/100 gram;

c. Golongan B : 101 - 110 biji/100 gram;

d. Golongan C : 111 – 120 biji/100 gram dan

e. Golongan S : >120 biji/100 gram.

Dari lima golongan tersebut, ukuran biji kakao yang memenuhi kriteria standar eksport adalah golongan AA, A dan B.

3.  Menurut persyaratan mutu, biji kakao kering dikelompokkan menjadi tiga dengan kriteria :

a. Kelas Mutu I : kadar biji berjamur maksimal 2 biji; kadar biji tidak terfermentasi maksimal 3 biji; kadar biji berserangga maksimal 1 biji; kadar kotoran              maksimal 1,5 biji dan kadar biji berkecambah maksimal 2 biji.

b. Kelas Mutu II : kadar biji berjamur maksimal 4 biji; kadar biji tidak terfermentasi maksimal 8 biji; kadar biji berserangga maksimal 2 biji; kadar kotoran              maksimal 2 biji dan kadar biji berkecambah maksimal 3 biji.

c. Kelas Mutu III : kadar biji berjamur maksimal 4 biji; kadar biji tidak terfermentasi maksimal 20 biji; kadar biji berserangga maksimal 2 biji; kadar kotoran           maksimal 3 biji dan kadar biji berkecambah maksimal 3 biji. (AA)

 

Last Updated on Tuesday, 19 October 2021 20:12