Gernas Kakao Harus Dilanjutkan

Print

TANGERANG-KAKAO INDONESIA. Sindra Wijaya, Presdir BT Cocoa minta supaya gernas kakao dilanjutkan. Kalau tidak dikuatirkan industri yang sekarang sedang berkembang kesulitan bahan baku sehingga tahun 2014 Indonesia malah jadi net importer kakao.

Kapasitas industri terus bertambah sehingga kebutuhan tahun 2012 340.000 ton sedang biji kakao 500.000 ton biji kakao yang diekspor 120.000 ton dan impor kakao 20.000 ton untuk mendapatkan aroma yang kuat saja.

Dengan asumsi produksi staganan 500.000 ton karena tidak ada gernas maka tahun 2013 semuanya diserap di dalam negeri, ekspor biji hanya 20.000 ton saja.

Sedang tahun 2014 kebutuhan industri nasik jadi 600.000 ton dan 2015 700.000 ton sehingga Indonesia akan menjadi importir kakao 100.000 ton tahun 2014 dan 200.000 ton tahun 2015.

Cakupan gernas kakao hanya 30% dari luas areal kakao sehingga perlu ditingkatkan lagi.Dengan melihat evaluasi pada kelemahan program yang lalu maka fokus pada rehabilitasi dan penyuluhan pada petani.