Biji Kakao Akan Wajib Difermentasi

Print
   Thursday, 22 August 2013 13:38

 

 

 

 

JAKARTA,-KAKAO INDONESIA, Pemerintah akan mengeluarkan aturan yang mewajibkan fermentasi kakao. Aturan ini sudah ditunggu kalangan industri.

Rendahnya mutu kakao Indonesia memang sungguh ironis. Padahal Indonesia dikenal sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Dengan produksi 810 ribu ton per tahun, hanya 10 persen saja yang sudah dilakukan fermentasi. Tak heran jika ekspor biji kakao ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat pun dikenakan pemotongan harga.

Untuk itu Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP), Kementerian Pertanian tengah menggodok draft Peraturan Menteri Pertanian tentang Persyaratan Mutu dan Pemasaran Biji Kakao. “Dengan disyahkannya aturan ini nantinya semua biji kakao wajib difermentasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PPHP Haryono.

Menurut Haryono, mutu kakao yang baik secara massal pada gilirannya akan memperbaiki harga. “Karena itu diharapkan dengan membaiknya harga kakao akan menjadikan petani semakin bergairah memproduksi biji kakao,” katanya.

Haryono berharap, adanya regulasi itu akan mendorong peningkatan mutu dan memudahkan penelusuran kembali kemungkinan terjadinya penyimpangan produksi dan peredaran biji kakao. Sehingga pada gilirannya meningkatkan daya saing dan nilai tambah biji kakao Indonesia.

Selain itu juga mendukung pengembangan kakao dalam negeri, memberi perlindungan pada konsumen dari peredaran biji kakao yang tidak memenuhi persyaratan mutu.

Haryono menuturkan, pada era perdagangan bebas saat ini sektor pertanian, termasuk kakao, diharapkan dapat merebut pasar, baik domestik maupun internasional. Apalagi Indonesia telah meratifikasi berbagai perjanjian perdagangan, seperti WTO, ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan China-ASEAN Free Trade (CAFTA).

Hal tersebut tentu menjadi tantangan semua pihak. “Karena itu daya saing menjadi penting bagi komoditi kakao Indonesia,” ungkap Haryono

 

Last Updated on Thursday, 22 August 2013 13:45