• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday810
mod_vvisit_counterYesterday1027
mod_vvisit_counterThis week6542
mod_vvisit_counterLast week7981
mod_vvisit_counterThis month25060
mod_vvisit_counterLast month24275
mod_vvisit_counterAll days726274

We have: 10 guests online
Your IP: 23.20.20.52
 , 
Today: Jan 25, 2022

Sulbar Memiliki Kebun Plasma Nutfah Kakao

PDF Print

Syamsuddin Hatta dengan salah satu klon unggulnya

MAMUJU-KAKAO INDONESIA. Tidak banyak yang mengetahui, ternyata Sulbar memiliki kebun koleksi kakao. Seluruh klon-klon unggul asal propinsi pemekaran dari Sulses dikumpulkan di atas lahan seluas 5 ha.

Berawal dari keinginan Syamsuddin Hatta, yang juga anggota DPRD Propinsi Sulawesi Barat, untuk membuat sebuah kebun percontohan untuk pelatihan petani. Iapun menanami sebagian dari lahannya seluas 5 ha dengan tanaman kakao. Namun tanaman yang gunakan adalah klon unggulan yang ia kumpulkan dari berbagai kebun masyarakat.

Pembangunan kebun percontohan ini ia mulai dari tahun 2010. Berbagai tanaman hasil perburuannya ia tanam dalam blok-blok tersendiri. Sehingga total ada 10 klon tanaman yang berhasil ia kumpulkan. Adapun populasi tanaman mencapai 5000 batang. Beberapa tanaman unggul ia berikan nama unik seperti M01, 04, 06, AP, RB, dan juga yang diambil dari nama Bupati atau Gubernur seperti SDK (Suhardi Duka), AAS (Anwar Adnan Saleh), dan juga nama Bupati Mamuju atau Gubernur Sulbar.

Tanaman yang kumpulkan terbukti unggul. Saat wartawan Media Perkebunan melakukan kunjungan ke kebun hampir seluruh tanaman menghasilkan buah. Beberapa diantaranya ukurannya cukup besar dan memiliki warna dan bentuk buah yang berbeda dengan yang biasa ditanam masyarakat.

“Saya banyak melihat tanaman unggul di kebun masyarakat. Tanaman tersebut kadang beberapa batang, tapi secara hasil terlihat menyolok. Maka sayapun tertarik untuk memperbanyaknya di kebun saya. Saya berpikir jika tidak diselamatkan mungkin tanaman itu akan hilang oleh karena umur, atau rusak karena serangan hama atau penyakit”, jawab Syamsuddin ketika ditanyakan alasannya mengumpulkan bahan tanam unggul tersebut.

Ternyata tanpa sadar Syamsuddin telah membangun sebuah kebun plasma nutfah. Terbukti kabar tentang kebun koleksinya ternyata tersiar hingga ke luar negeri. “Saya juga tidak tahu darimana mereka tahu. Mungkin juga dari partner bisnis saya asal luar negeri yang pernah kemari, lalu menyebarkan informasi tentang kebun saya ini”, ungkapnya.

 

Kebun Koleksi Milik Syamsuddin Hatta

Gambar.Kebun Koleksi Milik Syamsuddin Hatta

Karena mengetahui kekayaan genetik yang ada dalam kebun ini, sejumlah orang asal Singapura, Inggris, Malaysia dan Eropa pernah mengunjungi kebun ini. “ Saya sempat memberikan biji atau bagian tanaman saya kepada mereka, meskipun saya belakangan mengetahui bahwa bisa saja tanaman ini diperbanyak di luar negeri. Tapi saya tidak mengetahui soal perlindungan varietas karena Dinas belum pernah melakukan pembinaan kepada saya”, ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah ia punya rencana mengembangkan kebun plasma nutfah ini. Syamsuddin mengiyakan. “ Saya masih bisa memperluas kebun koleks ini. Hanya saja saya kesulitan mengumpulkan berbagai jenis tanaman yang unik. Karena itu membutuhkan waktu, tenaga dan tentu saja dana”, jelasnya.

Ia menyambut dengan senang hati jika Dinas Pekebunan mau mendukung program pengembangan kebun koleksi ini. Serta dengan senang hati mendukung upaya Dinas untuk mengusulkan agar beberapa varietas yang ia koleksi menjadi benih bina. Mengingat bahan tanam yang bisa dikomersilkan adalah yang sudah ditetapkan sebagai benih bina oleh pemerintah.

Hanya saja ketika dikonfirmasi kepada pihak Dinas Perkebunan Propinsi, Kepala Dinas cukup terkejut mendengar hal tersebut. “Saya baru mengetahuinya”, jawabnya. Namun ia menyatakan siap mendukung pengelolaan kebun ini dan ingin mengunjunginya (HS).

 

 

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish