• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday221
mod_vvisit_counterYesterday533
mod_vvisit_counterThis week4475
mod_vvisit_counterLast week3906
mod_vvisit_counterThis month15002
mod_vvisit_counterLast month5364
mod_vvisit_counterAll days120366

We have: 50 guests online
Your IP: 18.232.53.231
 , 
Today: Aug 24, 2019

Indonesia Mengalami Krisis Kakao

PDF 

https://alamtani.com/wp-content/uploads/2015/02/busuk-buah-kakao.jpg

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Perkebunan Kakao Indonesia tanpa disadari tengah menghadapi krisis. Tanpa adanya respon serius dari pemerintah dan stakeholder maka masa kejayaan kakao akan berlalu.

Banyak orang yang beranggapan harga menjadi penyebab terjadinya krisis tersebut. Namun faktanya tidak demikian. Pola tata niaga kakao dan berbagai kondisi menjadi masalah yang menyebab krisis kakao. Beberapa hal berikut menjadi tanda, Indonesia tengah mengalami krisis kakao,

Pertama, saat ini petani kakao mengalami tekanan yang berat. Pasalnya serangan penyakit seperti busuk buah tengah menjadi endemik di sejumlah daerah pasca hujan yang berkepanjangan. Namun masalah hama dan penyakit seperti penggerak buah kakao, busuk buah, helopeltis merupakan momok utana dan mengakibatkan kehilangan hasil. Saat ini beberapa petani mulai mengganti kakaonya dengan komoditas lain. Kabar buruknya itu juga terjadi secara massif di sentra pengembangan kakao.

Kedua, perusahaan pengolahan enggan melakukan kemitraan. Ini menjadi masalah lainnya. Tidak ada dana yang mengalir secara signifikan dari perusahaan untuk membantu petani meningkatkan hasil. Kalaupun ada sebatas pencitraan. Berbeda dengan pabrik CPO yang wajib memiliki kebun dan kalau memiliki kebun harus membangun perkebunan masyarakat serta wajib mengembangkan pembinaan masyarakat, perusahaan pengolahan cokelat hidup dalam menara gading. Industri tidak mengenal petani. Kegiatan mengumpulkan biji diserahkan kepada pengepul sehingga harga di pabrik yang seharusnya Rp. 33 ribu per kg, di tingkat petani hanya Rp. 20 ribu per ha.

Ketiga, dana pemerintah untuk kakao merosot. Pasalnya alokasi APBN yang menjadi andalan untuk penyelamatan kakao diprioritaskan pada tanaman pangan. Sehingga petani harus menggunakan dananya sendiri untuk perawatan tanaman dan untuk menghadapi keterbatasannya.

Keempat, umut petani yang mengelola kakao umumnya di atas 50 tahun. Sementara anak-anak petani enggan kembali ke kebun sehingga dalam beberapa tahun kemudian perkebunan kakao akan terlantar.

Kelima, sebagian besar pekebun kakao tidak memiliki kelembagaan ekonomi secara koperasi. Sehingga usaha yang dibangun skala kecil tersebut akan petani akan selalu dalam posisi tawar rendah.

Dengan kelima kondisi tersebut saja disimpulkan jika kakao Indonesia mengalami masalah besar. Ketika pemerintah bersama pelakunya tidak berusaha menyelesaikannya, maka dalam 5 tahun Indonesia tidak lagi menjadi dalam 5 besar produsen kakao terbesar dunia. Bahkan secara gradual luasan perkebunan kakao menurun hingga habis total karena berkebun kakao tidak lagi menarik dan industri akan gigit jari karena supply bahan baku yang langka.

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish