• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday423
mod_vvisit_counterYesterday593
mod_vvisit_counterThis week2806
mod_vvisit_counterLast week5483
mod_vvisit_counterThis month14163
mod_vvisit_counterLast month21653
mod_vvisit_counterAll days977778

We have: 71 guests online
Your IP: 3.91.157.213
 , 
Today: Apr 18, 2019

Bantuan Pemerintah Tidak Mensejahterakan Petani ?

PDF 

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Seringkali petani kakao berharap banyak kepada bantuan pemerintah untuk dapat meningkatkan kesehateraanya melalui pemberian bantuan fisik. Namun fakta di lapangan tidak serta merta membuktikan demikian.

Dari hasil kajian sejumlah pakar dari Universitas Hasanuddin, ISTIPER, UGM dan IPB (2018) menunjukkan jika dampak bantuan pemerintah tidak signifikan meningkatkan produksi dan pendapatan bagi petani yang tidak merawat kebunnya dengan baik. Sementara petani yang rajin adalah pihak yang paling menikmati manfaat bantuan pemerintah.

Dari hasil penelitian terhadap sejumlah petani di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Bali dan NTT diketahui jika sebagian besar petani tidak melakukan pemeliharaan kebunn setelah program hibah selesai. Hal ini karena petani tidak memiliki modal untuk pembelian sarana produksi serta belum tumbuhnya kultur bertani kakao secara intensif.

Padahal pasca bantuan petani diharapkan sudah dapat melanjutkan perawatan kebunnya secara mandiri. Hanya saja kondisi usaha perkebunan kakao milik petani sulit mengakses pembiayaan lanjutan yang bersumber dari kredit dan hibah lainnya karena belum “bank-able”. Salah satu penyebabnya kelembagaan petani belum mantap.

Sementara di sejumlah petani kakao ditemukan jika Kelembagaan ekonomi petani belum optimal karena belum tumbuhnya kebersamaan dan kultur bisnis bersama. Hal ini diakibatkan kurang optimalnya pedampingan kepada kelompok tani serta belum adanya kader pelopor pengelola kelembagaan di tingkat kelompok maupun Gapoktan.

Jadi dari hasil penelitian tersebut maka disimpulkan bahwa bantuan pemerintah tidak akan memberikan kesejahteraan petani ketika petani belum merubah kebiasaannya merawat kebun. Serta juga diakibatkan belum terbangunnya kelembagaan ekonomi yang kuat.

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish