• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1201
mod_vvisit_counterYesterday869
mod_vvisit_counterThis week2662
mod_vvisit_counterLast week9831
mod_vvisit_counterThis month18577
mod_vvisit_counterLast month34381
mod_vvisit_counterAll days873415

We have: 15 guests online
Your IP: 54.147.16.12
 , 
Today: Dec 18, 2018

Kondisi Stress Meningkatkan Mutu Biji Kakao?

PDF 

https://sc02.alicdn.com/kf/UTB8EvkUXTzIXKJkSafVq6yWgXXah/Grade-A-Dried-Raw-Cocoa-Beans-from.jpg

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Ternyata pohon kakao yang berada dalam kondisi cekraman lingkungan berpotensi menghasilkan kakao dengan cita rasa terbaik. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian.

Para peneliti dari Pusat Penelitian Pertanian Organik di Swiss (FiBL) mencoba mengindentifikasi dampak metoda pemeliharaan berdampak pada komposisi kimia, dan aroma biji kakao.

Penelitian ini berlangsung pada 5 perkebunan kakao di Bolivia pada awal dan akhir musim kemarau, yang berlangsung dari bulan April sampai September. Lalu mereka membandingkan antara hasil perkebunan dari monokultur dengan pola agroforestry. Hasil kebun difermentasi dan dikeringkan.

Para peneliti menemukan perbedaan kecil komposisi kimia antara biji yang dipanen pada sejumlah kebun selama musim yang sama. Terdapat perbedaan komposisi fenol dan bahan antioksidan lainnya antara biji dari kebun monokultur dengan sistem hutan (agroforestry), namun tidak terlalu signifikan.

Faktor yang paling nyata berkontribusi terhadap komposisi kimia adalah cuaca. Secara keseluruhan , kandungan antioksidan dan lemak meningkat selama masa musim kemarau dampak dari peningkatan temparatur dan penurunan kelembaban tanah.

Sebagaimana kita ketahui tanaman kakao tumbuh pada dalam kondisi udara yang panas dan lembab di kawasan yang dekat dengan kawasan katulistiwa. Di habitat aslinya , tanaman kakao tumbuh bersama dengan tanaman lainnya dalam kondisi suhu udara yang sejuk dan tanaman lain menjadi penaung.

Dalam sistem agroforestry, kakao tumbuh dengan kondisi lingkungan nyaman, kandungan air dan hara melimpah. Hanya, dalam upaya untuk menghasilkan produktivitas tinggi pekebun umumnya mengembangkan sistem monokultur yang kondisi lingkungan dengan stress tinggi.

Sebagai respon terhadap kondisi stress, tanaman menghasilkan antioksidan untuk mencegah kerusakan tanaman. Namun kandungan itu juga yang berkontribusi pada kualitas biji kakao.

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish