• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday730
mod_vvisit_counterYesterday2412
mod_vvisit_counterThis week8281
mod_vvisit_counterLast week9347
mod_vvisit_counterThis month21331
mod_vvisit_counterLast month53674
mod_vvisit_counterAll days391635

We have: 74 guests online
Your IP: 54.226.34.209
 , 
Today: Dec 13, 2017

Ini yang Membuat Coklat Punah

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Meskipun bisnis cokelat batangan mampu menjaring penghasilan miliyaran dollar setiap tahun, namun tidak selalu berdampak pada kesejahteraan petani. Pada tahun ini saja Mintel, sebuah lembaga riset global, meramalkan jika pasar coklat global bakal membukukan  pendapatan $92 Milyar. Lalu berapa persen yang kembali kepada petani?

Berdasarkan penelitian Oxfam terhadap sharing value dari bisnis coklat batangan pada tahun 2012 silam menunjukkan keuntungan terbesar dinikmati  Supermarket atau ritel, yakni sebesar 43 persen, disusul pabrik pengolahan coklat sebesar 20 persen.

Sedangkan petani menikmati paling kecil, sekitar 3 persen nilai bisnis coklat batangan. Ironis tentunya, mengingat petani adalah pelaku kunci keberlanjutan perkebunan coklat. Tanpa ada biji kakao maka tidak ada coklat.

Petani mengelola hal yang paling beresiko dari seluruh tahapan menghasilkan coklat batangan.  Perlu waktu bertahun-tahun menghasilkan biji coklat dengan berbagai ancaman seperti hama, penyakit dan iklim. Namun industri, ataupun pedagang hanya memerlukan beberapa hari ataupun bulan untuk menghasilkan produk atau jasanya dengan risk yang lebih kecil.

Ketika petani tidak menikmati kehidupan yang lebih baik dari kebun kakaonya, hal terburuk yang dapat terjadi  adalah, petani mengganti tanamannya. Seperti sejumlah petani di Sumatera menebang kakaonya menjadikannya dengan perkebunan kelapa sawit. Alasannya, karena kelapa sawit lebih menguntungkan.  Ketika semua petani tidak lagi beminat menanam kakao maka hal yang terburuk adalah coklat batangan akan "punah".


Masyarakat dunia sudah bisa merasakan efek dari gejolak di on farm. Stagnasi produksi global akibat musim kering berkepanjangan di kawasan Afrika dan sejumlan perkebunan kakao yang terkonversi, mengakibatkan kenaikan harga coklat di Eropa. Kondisi demikian akan lebih parah jika pengurangan areal perkebunan kakao dunia secara massif. Dampaknya, biji kakao menjadi langka dan harganya melejit. Maka harga coklatpun turut merangkak naik.

Oleh sebab itu, agar kakao tetap sustain perlu mekanisme yang fair untuk memastikan petani dapat menikmati proporsi lebih tinggi dari nilai perdagangan coklat global. Meskipun harga biji kakao merangkak naik, namun ketika tidak berdampak terhadap penghasilan petani, maka kelestarian perkebunan kakao global berada dalam ancaman.

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish