• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday271
mod_vvisit_counterYesterday919
mod_vvisit_counterThis week3929
mod_vvisit_counterLast week5589
mod_vvisit_counterThis month1190
mod_vvisit_counterLast month25595
mod_vvisit_counterAll days289066

We have: 16 guests online
Your IP: 3.215.182.81
 , 
Today: Apr 02, 2020

Daya Tarik Berkebun Kopi vs Berkebun Kakao

PDF 

https://jabarekspres.com/wp-content/uploads/2018/04/Hari-Kopi-se-Dunia-011015-Irp-1-.jpg

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Sangat jarang peneliti yang melakukan komperasi bisnis antar komoditas perkebunan. Padahal hal tersebut perlu untuk melihat plus minus dari pola bisnis di masing-masing komoditas. Saat ini kami mencoba melakukan komperasi usaha perkebunan kopi dengan kakao. Faktanya petani kopi khususnya arabika sudah mampu menjual kopi dalam berbagai varian, mulai dari green bean hingga bubuk. Green bean juga dihasilkan dengan berbagai jenis pengolahan seperti honey process atau wine process. Sementara petani kakao umumnya menjual dalam bentuk biji asalan tanpa difermentasi. Ironisnya tidak jarang petani juga menjual dalam bentuk biji basah.

Lalu dari sisi pendapatan, dengan asumsi produksi per ha/tahun 700 kg green bean pada perkebunan kopi, petani biasanya memasarkan dengan tingkat harga Rp. 70.000 sampai dengan Rp. 150 ribu tergantung kelas mutu. Sehingga pendapatan seorang petani kopi bisa mencapai Rp. 70 juta setiap tahunnya.

Sementara pada petani kakao dengan asumsi produksi 1 ton/ha/tahun, dengan penjualan menurut harga acuan Rp. 35 ribu, dengan asumsi spesifikasi mutu terpenuhi, seperti kadar air 7 % maka pendapatan yang bisa diperoleh Rp. 35 juta per tahun. Namun faktanya, petani umumnya menjual dengan kondisi kadar air 11 % dengan harga sekitar Rp. 20 ribu/kg. Ada beberapa petani kakao yang mampu memasarkan kakao fermentasi dengan harga Rp. 50 ribu per kg atau nibs dengan harga Rp. 118.000 per kg. Namun petani seperti itu masih sangat langka.

Pertanyaannya apa yang menyebabnya perbedaan pendapatan tersebut. Sementara dari sisi biaya produksi kedua komoditas ini relatif sama, mengingat populasi per ha dan pola penanaman relatif mirip?

Salah satu fakta yang menarik pada bisnis kopi adalah tumbuhnya café-cafe di berbagai tempat seiring merebaknya coffee culture. Tidak hanya brand besar seperti Starbucks atau Coffee Bean yang mendominasi, juga banyak café-café local yang menawarkan kopi enak. Berbeda dengan warung kopi biasa yang menyajikan kopi instant, café ini merosting biji kopi terbaik dan menyeduh dengan mengandalkan keahlian barista. Dengan adanya perlombaan menghasilkan secangkir kopi enak maka café-café ini mau tidak mau harus mendapatkan bahan baku terbaik dan bermitra dengan petani kopi.

Kemitraan secara langsung ini mendorong petani kopi untuk mengenal berbagai proses pengolahan seperti natural, full wash, wine atau honey process, yang oleh café atau roster biji kopi tersebut dihargai sangat menarik proporsional menurut mutu. Pasalnya harga per cup seduhan kopi yang dikenakan ke costumer juga cukup tinggi, berkisar Rp. 15.000 hingga Rp. 40.000.

Sementara, biji kopi afkiran petani kopi jual kepada pengepul untuk disalurkan ke pabrik kopi instang. Sementara sebagian biji kopi mereka olah untuk dijadikan bubuk dipasarkan pada masyarakat sekitar.

Pada perkebunan kakao kondisinya menjadi agak berbeda. Kemitraan seperti yang terjadi di kopi jarang terjadi. Untuk kasus di Indonesia, seluruh biji kakao petani digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik yang tidak membutuhkan biji kakao berkualitas tinggi. Walaupun di luar negeri seperti di Belgia atau Swiss, café chocolate dan industri rumahan yang memproduksi cokelat hand made cukup berkembang dan paling siap membeli biji kakao terbaik dengan harga yang sangat menarik. Termasuk bersedia menampung nibs. Namun di Indonesia bisnis seperti ini belum terlalu berkembang.

Adanya coffee culture, tumbuhnya café-café, membuat bisnis kopi menjadi berwarna. Sehingga tidak heran banyak petani yang menanam kopi secara swadaya tanpa mengharapkan bantuan pemerintah. Selain itu anak-anak muda banyak yang terjun di bisnis kopi pada tingkatan on farm, trading atau pengembangan platform pemasaran karena daya tarik bisnisnya. Sementara pada perkebunan kakao, bahkan anak petanipun enggan melanjutkan usaha orang tuanya. Tidak sulit menyelenggarakan even kopi dan menghadirkan petani dengan biayanya sendiri, sesuatu yang agak sulit untuk petani kakao.

Jadi kunci daya taris bisnis kopi terletak pada adanya pasar lokal yang tumbuh subur dan adanya kemitraan antara petani dengan café secara langsung. Sementara kondisi tersebut belum begitu terlihat pada perkebunan kakao.

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish