• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday302
mod_vvisit_counterYesterday810
mod_vvisit_counterThis week302
mod_vvisit_counterLast week5702
mod_vvisit_counterThis month11672
mod_vvisit_counterLast month19213
mod_vvisit_counterAll days198227

We have: 12 guests online
Your IP: 3.231.212.98
 , 
Today: Dec 15, 2019

Mengapa Petani Kakao Tidak Sejahtera

PDF 

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Pertanyaan yang menarik untuk dikaji adalah, mengapa petani kakao tidak sejahtera meskipun permintaan biji kakao tidak pernah surut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita membuat perhitungan sederhana untuk menghitung HPP dari biji kakao petani. Misalnya saja kita asumsikan luasan lahan petani adalah 1 ha. Petani melakukan pemupukan sehingga bisa diperoleh produksi hingga 700 kg/ha/tahun. Misalnya pupuk yang digunakan adalah Triple 16 yang banyak di pasaran dengan harga Rp. 6.500,- dengan kebutuhan 200 gram per tanaman, atau setara 200 kg/ ha.

 

Salah satu hal yang tidak perhitungkan petani dalam menghitung ongkos produksinya setiap bulan adalah biaya tenaga kerjanya. karena ia mengolah kebunnya sendiri. Apa yang ia perhitungkan hanya biaya pembelian pupuk. Sehingga cost yang dikeluarkan selama setahun sepertinya cukup kecil.

Padahal, mengingat kebunnya adalah “sangkutan untuk hidup”, seharusnya petani memperhitungkan biaya upah, yang tidak lain biaya yang dibutuhkan petani untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarganya.

Misalnya saja kita tetapkan biaya hidup petani setiap bulannya Rp. 1.125.000,- anggaplah kita bulatkan menjadi Rp. 1.300.000,- per bulan sebagai standar pendapatan untuk bisa hidup cukup.

Maka biaya yang dikeluarkan petani selama tahun adalah

Pupuk: Rp. 6.500 x 200 kg = Rp. 1.300.000,-

Upah: Rp. 1.130.000 x 12 = Rp. 13.560.000,-

Total biaya produksi = Rp. 14.860.000,-

Maka HPP dari biji kakao petani = Rp. 14.860.000,-/700

= Rp. 21.229,-

Artinya petani akan sejahtera, atau hidup cukup jika harga biji kakao per kgnya minimal adalah Rp. 21.229,-. Tapi faktanya harga biji kakao di pasaran kurang dari itu, bahkan bisa hanya Rp. 15.000,-.. Jadi dengan produksi yang lebih rendah dan harga beli yang lebih murah, mustahil membuat petani kakao sejahtera.

Lalu bagaimana solusinya agar petani kakao Indonesia lebih baik nasibnya?

Pertama, dengan meningkatkan produktivitas. Berdasarkan perhitungan kami, dengan produktivitas 1 Ton/ha/tahun maka akan diperoleh HPP Rp. 14.000,-. Maka dengan harga yang ada saat ini, petani masih bisa mendapatkan keuntungan.

Kedua, dengan melakukan fermentasi. Sehingga petani bisa mendapatkan harga yang lebih baik. Misalnya saja dengan HPP 14.000,- lalu harga fermentasi adalah Rp. 22.000,- (selisih Rp. 2000 dari biji asalan) maka petani bisa mendapatkan margin hingga Rp. 8.000,-. /kg nya.

 

 

Comments  

 
0 #1 RE: Mengapa Petani Kakao Tidak Sejahterajanuzai 2015-02-20 02:14
mohon jelaskan bagaimana merawat kakao secara maksimal
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish