• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday46
mod_vvisit_counterYesterday519
mod_vvisit_counterThis week46
mod_vvisit_counterLast week3994
mod_vvisit_counterThis month10167
mod_vvisit_counterLast month16511
mod_vvisit_counterAll days1012821

We have: 15 guests online
Your IP: 3.94.196.192
 , 
Today: Jun 16, 2019

Petani Kakao Indonesia Sengaja Dilemahkan?

PDF 

https://garuda.industry.co.id/uploads/berita/detail/10932.jpeg

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Seorang pengamat perkebunan dalam sebuah diskusi mengatakan jika petani kakao pada prinsipnya dirancang sedemikian rupa untuk tetap menyediakan bahan baku dengan harga murah. Sehingga industri dan para capitalist tetap bisa meraup keuntungan dari petani di negara ketiga tanpa harus menjajah. Pola-pola bagi-bagi bibit, pupuk dan sarana akan terus dilakukan untuk meningkatkan produksi sementara di sisi lain dukungan untuk membuat petani mengenal pasar dan memiliki kelembagaan cenderung diabaikan.

Terlepas benar atau klaim tersebut faktanya petani kakao di Indonesia relatif jarang memiliki koperasi yang mampu menghimpun ribuan petani kakao. Petani umumnya hanya mengetahui jika pemasaran biji kakao hanya satu dimensi yakni melalui pengepul. Mereka juga tidak menyadari betapa berharganya biji kakaonya yang merupakan fondasi bisnis dari industri cokelat maupun kosmetik global . Adapun beberapa produk dari industri tersebut merupakan barang-barang kemewahan.

Petani awam tentang hal itu. Pemerintah daerah juga tidak menyadari konstelasi tersebut. Sehingga kebijakannya menjadi tidak berujung pada pemberdayaan dan penyadaran petani akan posisi tawarnya.

Melihat produksi kakao nasional yang semakin merosot, dampak penurunan insentif yang diterima petani, maka Kakao Indonesia mengharapkan ini menjadi momentum Indonesia untuk merubah fokus dari sekedar mengejar luasan dan produksi pada penguatan kelembagaan. Pemerintah harus hadir sebagai kekuatan yang mendampingi petani dalam menghadapi kekuatan ekonomi global. Tanpa adanya koperasi atau kelembagaan yang mewadahi petani maka petani akan mudah tergerus oleh kekuatan capitalist.

Bayangkan jika semua petani kakao Indonesia tergabung dalam koperasi primer. Lalu koperasi tersebut terhubung membentuk koperasi sekunder hingga berujung pada koperasi induk. Ketika harga tidak bagus, maka koperasi induk menggerakkan seluruh koperasi primer untuk menahan stok biji, maka guncangan dapat terjadi termasuk berdampak kepada harga global. Belum lagi ketika koperasi tersebut mampu melakukan diversifikasi pasar. Sehingga ketika ada buyer yang tidak komitmen dan enggan melakukan kemitraan dengan petani maka koperasi dapat menjual biji kakao ke saluran lain.

Jadi dalam konteks demikian sudah saatnya pemerintah membuat petani kakao melek pasar. Petani harus memiliki tenaga pendamping dari kalangan anak-anak muda yang bertugas membina petani dalam mengembangan kelembagaan hingga mandiri serta membantu petani menemukan pasar-pasar yang menarik. Kreativitas dan keahlian tenaga muda ini dalam menembus pasar global menjadi modal yang penting dalam pemberdayaan petani. Sementara pengembangan on farm dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan bukan dilakukan sebaliknya.

Tanpa strategi tersebut maka kakao Indonesia akan terpuruk terus hingga kelak petani tidak tertarik menanam cokelat.

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish