• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday439
mod_vvisit_counterYesterday412
mod_vvisit_counterThis week851
mod_vvisit_counterLast week4490
mod_vvisit_counterThis month14618
mod_vvisit_counterLast month19555
mod_vvisit_counterAll days139537

We have: 8 guests online
Your IP: 18.206.16.123
 , 
Today: Sep 22, 2019

Ketika Petani Kakao Alergi dengan Koperasi

PDF 

https://i1.wp.com/www.studiobelajar.com/wp-content/uploads/2017/06/lambang-koperasi1.jpeg?resize=450%2C429

JAKARTA-KAKAO INDONESIA. Di negara luar koperasi menjadi kelembagaan petani yang dapat berkembang menjadi cooperate farming. Tidak mengherankan koperasi di Eropa bisa memiliki pabrik dan masarkan produk-produk secara global.

Namun di Indonesia koperasi identik dengan hal buruk. Dari hasil diskusi Kakao Indonesia di sosial media pada sebuah forum kakao menujukkan sebagian besar petani memiliki respon an persepsi yang negatif terhadap koperasi. Ada yang menggap bahwa koperasi cenderung menguntungkan ketua dan menghisap anggota.

Lalu pertanyaannya, mengapa soko guru ekonomi Indonesia menjadi tidak menarik bagi petani kakao?

Dari hasil analisan Kakao Indonesia ini terkait dengan cara pengembangan koperasi di Indonesia antara lain

Pertama, koperasi tani seringkali dibentuk atas inisiatif seseorang atau pemilik modal yang ingin memanfaatkan fasilitas dari koperasi. Padahal berdasarkan spiritnya koperasi adalah kelembagaan usaha yang dimiliki oleh anggota. Sehingga adanya dominasi perseorangan pada koperasi adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan semangat awal koperasi.

Kedua, koperasi seringkali dibangun berdasarkan proyek. Ini dikenal dengan istilah koperasi dadakan yang dibangun untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Sehingga faktor dasar pembentukan koperasi untuk membangun kemandirian atas prakarsa petani tidak terbangun sehingga integrasi organisasi lemah. Setelah kepetingan terpenuhi maka koperasi akan bubar dengan sendirinya.

Ketiga, tidak adanya pembinaan dan pendampingan dari pemerintah. Di luar negeri, pemerintah menyiapkan tenaga pendamping yang membimbing petani untuk berorganisasi dan mengembangkan koperasi hingga menjadi usaha mandiri. Namun di Indonesia pembinaan biasanya berjalan seumur proyek. Ketika petani dibiarkan berorganisasi tanpa adanya pendampingan maka konflik antar petani sangat mungkin terjadi.

Jadi mengapa petani kakao alergi dengan koperasi? Karena pengembangkannya tidak sesuai spirit koperasi dan tidak ada pendampingan pemerintah sehingga koperasi berdiri secara prematur.

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish