• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday665
mod_vvisit_counterYesterday2412
mod_vvisit_counterThis week8216
mod_vvisit_counterLast week9347
mod_vvisit_counterThis month21266
mod_vvisit_counterLast month53674
mod_vvisit_counterAll days391570

We have: 28 guests online
Your IP: 54.226.34.209
 , 
Today: Dec 13, 2017

Swiss Tidak Mengakui Kakao Indonesia

PDF 

MAMUJU-KAKAO INDONESIA. Ternyata cokelat Swiss yang terkenal itu juga menggunakan bahan baku dar Indonesia. Hanya saja negara tersebut tidak mengaku dan mungkin tidak menyadari kehadiran produk asal Indonesia tersebut.

Setidak demikian hal yang ditemukan Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh pasca kunjungannya ke Swiss akhir April 2016 yang lalu. Ia sangat kecewa mendapati kenyataan Swiss tidak mengakui produk kakao Indonesia padahal Indonesia adalah salah satu pemasok terbesar kakao ke negeri itu.

"Kakao yang diolah di negara Swiss adalah kakao dari negara Indonesia, namun ternyata negara itu tidak mengakuinya, setelah pemerintah di Sulawesi Barat berkunjung ke negara itu," kata Anwar.

Belum lama ini pemerintah daerah Sulawesi Barat mengunjungi pabrik cokelat Calleir Nestle di kota Interlaken, Swiss, namun di sana malah mendapati Indonesia tidak terdaftar dan tidak dianggap sebagai pemasok kakao di pabrik ini.

"Padahal pabrik tersebut mengolah kakao yang sebagian besar berasal dari Indonesia ini sangat mengecewakan," kata Anwar.

Dalam kunjungan ke Swiss itu, pemerintah daerah Sulawesi Barat melihat langsung pembuatan cokelat yang siap saji dan mengunjungi museum sejarah masuknya kakao ke Eropa.

"Beberapa negera terpajang di museum tersebut sebagai negara pemasok kakao di pabrik cokelat Callier Nestle namun nama Indonesia tidak terdaftar di museum tersebut, sedang sebagian besar kakao tersebut berasal dari Indonesia dan Sulawesi Barat adalah penghasil kakao terbesar di Indonesia," kata Anwar.

"Akan dilaporkan ke Presiden Jokowi bahwa negara Swiss hanya mengakui Jepang dan Australia pemasok kakao sementara Indonesia tidak diakui," tegas Anwar. Padahal faktanya kedua negara tersebut tidak memiliki perkebunan kakao.

Sumber: Antara

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish