• KAKAO INDONESIA merupakan pusat informasi dan jejaring pertama di Indonesia, yang fokus pada komoditas kakao. KAKAO INDONESIA didukung para pakar, praktisi, pabrikan kakao yang ada di Indonesia. Melalui layanan yang disediakan, para pekebun kakao diharapkan bisa mendapatkan informasi teraktual, dan terhubung dengan para pakar kakao terbaik di Indonesia.

    OFFICE: Jl. Duta III no. 11, Pondok Duta I, Cimanggis Jawa Barat. (CALL CANTRE: 085395459624. Email: kakaoindonesia1@gmail.com)

  • Kakao Indonesia menyediakan informasi tentang klon-klon kakao terbaik dan sumber bahan tanam kakao bermutu. Melalui layanan ini, para pekebun kakao di seluruh Indonesia diharapkan bisa memperoleh bahan tanam unggu

     

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkini terkait budidaya kakao. Kami juga siap membantu pekebun kakao yang ingin terhubung dengan praktisi atau para-para ahli kakao terbaik di Indonesia, melalui layanan konsultasi atau pelatihan

    .

  • KAKAO INDONESIA menyediakan informasi terkait pengolahan biji kakao dan pemasaran. Kami juga siap membantu pekebun, kelompok tani, atau GAPOKTAN yang ingin memasok biji kakaonya secara langsung ke "pabrik pengolahan" untuk jumlah besar, dan kepada pemasok besar untuk jumlah yang terbatas. Melalui layanan ini diharapkan para kebun bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1888
mod_vvisit_counterYesterday2883
mod_vvisit_counterThis week11851
mod_vvisit_counterLast week12518
mod_vvisit_counterThis month14102
mod_vvisit_counterLast month47314
mod_vvisit_counterAll days488987

We have: 72 guests online
Your IP: 3.238.96.184
 , 
Today: May 07, 2021

3 Penyakit Utama Pada Tanaman Kakao

PDF Print E-mail
   Monday, 05 April 2021 06:28


JAKARTA-KAKAO INDONESIA.
Penyakit pada tanaman kakao sama halnya seperti hama yang perlu diwaspadai karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman kakao hingga menurunkan hasil produksinya.

Azhar Mahir, pembina petani kakao asal Kolaka Utara menjelaskan jija ada tiga penyakit pada tanaman kakao yang perlu diwaspadai.

Penyakit yang pertama adalah busuk yang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora. Penyebaran penyakit ini bisa melalui angin.

"Gejala buah busuk dapat dengan mudah terlihat. Buah yang terinfeksi menunjukan gejala terjadinya pembusukan disertai bercak coklat kehitaman dengan batas yang tegas. Serangan biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah", jelas Azhar.

Perkembangan bercak coklat cukup cepat, sehingga dalam waktu beberapa hari seluruh permukaan buah menjadi busuk, basah dan berwarna coklat kehitaman. Pada kondisi lembab permukaan buah akan muncul serbuk berwarna putih, serbuk ini adalah spora P. palmivora yang sering kali bercampur dengan jamur sekunder.

Penyakit pada kakao yang berikutnya, menurut Azhar, adalah kanker batang. Diagnosis penyakit ini dapat dilakukan dengan cara melihat gejala khusus pada kulit batang. Kulit batang tampak adanya warna gelap atau kehitaman dan agak berlekuk. Lalu akan timbul bercak hitam dan ditemukan cairan kemerahan yang lama kelamaan menjadi seperti lapisan karat.

"Apabila kulit batang yang terserang dikupas akan terlihat lapisan di bawahnya membusuk dan berwarna merah anggur", ungkap pendamping sekaligus petani tersebut.

Penyebaran penyakit ini berkaitan erat dengan penyakit busuk buah. Buah kakao yang busuk jika tidak dipetik akan berkembang ke tangkai buah. Dari tangkai buah inilah patogen menjalar dan menginfeksi batang dan akhirnya terjadi kanker batang. Batang yang diserang biasanya batang pokok walaupun tidak menutupi kemungkinan cabang yang besar juga bisa terinfeksi.

Penyakit ini mudah berkembang pada kebun yang lembab dengan curah hujan tinggi atau daerah yang sering tergenang air sampai berhari-hari.

Sama seperti penyakit buah busuk dan kanker batang, kata Azhar, penyakit pembuluh kayu

Vasculer Streak Dieback (VSD) juga perlu diwaspadai karena cenderung menular dari tanaman satu ke tanaman lainnya melalui spora yang diterbangkan oleh angin pada tengah malam.

"Spora VSD sangat halus dan bertahan hidup hanya beberapa jam pada dini hari sampai matahari terbit dan udara menjadi kering, hal ini mengindikasikan bahwa jamur tersebut tidak dapat menyebar jauh melalui spora biasanya hanya sejauh 10 hingga 20 meter, tetapi jika ada angin yang kencang, spora bisa terbawa sampai 182 m", jelas Azhar.

VSD kurang berkembang pada musim hujan. Diagnosis penyakit VSD di kebun dapat dilakukan dengan melihat gejala-gejala khusus yakni daun menguning dengan bercak-bercak berwarna hijau. Biasanya terletak pada seri daun kedua atau ketiga dari titik tumbuh. Bila ranting dibelah membujur terlihat garis-garis coklat pada jaringan xylem yang bermuara pada bekas duduk daun. (Ad)

 

Call Kakao Indonesia 

+6285395459624

+6285395459624 (WA)

kakaoindonesia1@gmail.com

versi

English French German Italian Portuguese Russian Spanish